Kesehatan

HIV dan AIDS

Halo, apa kabar? Kembali lagi kita berada di blog King Hizkia Hiko. Kali ini saya akan membahas apa itu HIV dan AIDS. Tentunya teman-teman sudah sering mendengar dan familiar dengan istilah HIV/AIDS. Nah, saya akan sedikit mengupas tentang HIV dan AIDS tersebut.

Apa itu HIV/AIDS?

Sering kita menganggap bahwa HIV dan AIDS adalah sama. Meskipun memiliki kaitan namun sebenarnya HIV dan AIDS adalah hal yang berbeda. HIV adalah singkatan dari 'Human Immunodeficiency Virus'. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari 'Acquired Immune Deficiency Syndrome'. Nah, jadi sebenarnya HIV itu merupakan virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Apabila terinfeksi virus HIV maka seseorang dikatakan HIV Positif. Apabila kekebalan tubuh seseorang telah rusak karena virus HIV maka ia menderita AIDS. Singkatnya HIV adalah virusnya sedangkan AIDS adalah penyakitnya. HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya sepanjang hidup.

Sebenarnya asal HIV itu dari mana awalnya?


Pada tahun 1983, Jean Claude Chermann dan Françoise Barré-Sinoussi dari Perancis berhasil mengisolasi HIV untuk pertama kalinya dari seorang penderita sindrom limfadenopati. Pada awalnya, virus itu disebut ALV (lymphadenopathy-associated virus). Bersama dengan Luc Montagnier, mereka membuktikan bahwa virus tersebut merupakan penyebab AIDS. Pada awal tahun 1984, Robert Gallo dari Amerika Serikat juga meneliti tentang virus penyebab AIDS yang disebut HTLV-III. Setelah diteliti lebih lanjut, terbukti bahwa ALV dan HTLV-III merupakan virus yang sama dan pada tahun 1986, istilah yang digunakan untuk menyebut virus tersebut adalah HIV, atau lebih spesifik lagi disebut HIV-1. Tidak lama setelah HIV-1 ditemukan, suatu subtipe baru ditemukan di Portugal dari pasien yang berasal dari Afrika Barat dan kemudian disebut HIV-2. Melalui kloning dan analisis sekuens (susunan genetik), HIV-2 memiliki perbedaan sebesar 55% dari HIV-1 dan secara antigenik berbeda. Perbedaan terbesar lainnya antara kedua strain (galur) virus tersebut terletak pada glikoprotein selubung. Penelitian lanjutan memperkirakan bahwa HIV-2 berasal dari SIV (retrovirus yang menginfeksi primata) karena adanya kemiripan sekuens dan reaksi silang antara antibodi terhadap kedua jenis virus tersebut.
Kedua spesies HIV yang menginfeksi manusia (HIV-1 dan -2) pada mulanya berasal dari Afrika barat dan tengah, berpindah dari primata ke manusia dalam sebuah proses yang dikenal sebagai zoonosis. HIV-1 merupakan hasil evolusi dari simian immunodeficiency virus (SIVcpz) yang ditemukan dalam subspesies simpanse, Pan troglodyte troglodyte. Sedangkan, HIV-2 merupakan spesies virus hasil evolusi strain SIV yang berbeda (SIVsmm), ditemukan pada Sooty mangabey, monyet dunia lama Guinea-Bissau. Sebagian besar infeksi HIV di dunia disebabkan oleh HIV-1 karena spesies virus ini lebih virulen dan lebih mudah menular dibandingkan HIV-2. Sedangkan, HIV-2 kebanyakan masih terkurung di Afrika barat.

Lalu bagaimana cara penularan HIV?

HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain.


HIV hanya dapat ditularkan melalui :
-Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
-Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
-Tindik atau tattoo yang tidak steril.
-Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
-Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk -darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui : 
-Batuk
-Bersin
-Meludah
-Berciuman
-Berpelukan
-Menangis (air mata)
-Alat-alat makan dan piring
-Seprei dan sarung bantal
-Toilet dan kamar mandi
-Melalui kontak sosial biasa.
-Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Nah, lalu apa sih gejala-gejala orang yang terserang HIV?

 Gejala-gejala yang terjadi biasanya baru akan muncul setelah 2-15 tahun. Bisa saja tubuh terlihat sehat namun sebenarnya telah terkena HIV. HIV tidak langsung menyerang organ tubuh melainkan kekebalan tubuh sehingga memungkinkan terserang penyakit terutama infeksi. Gejala dari HIV seperti terserang virus biasa seperti terkena : 
-Demam
-Sakit kepala
-Kelelahan
-Sakit otot
-Kehilangan berat badan
-Pembengkakan kelenjar di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha

AIDS adalah tahap lanjutan progresif dari infeksi HIV. HIV dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan banyak kondisi infeksi lainnya. Nah, AIDS ini biasa dibarengi dengan berbagai penyakit yang parah dan nama penyakitnya saja sulit untuk disebutkan. Tapi, manifestasi dari penyakit tersebut dapat diamati pada gejala-gejala :
-Thrush: lapisan keputihan dan tebal pada lidah atau mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur
-Infeksi jamur vagina yang parah atau berulang 
-Penyakit radang panggul kronis 
-Infeksi parah dan sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, yang mungkin muncul bersamaan dengan sakit kepala, dan/atau pusing 
-Turunnya berat badan  lebih dari 5 kg yang tidak disebabkan karena peningkatan latihan fisik atau diet 
-Memar lebih mudah dari biasanya 
-Periode diare yang lebih sering 
-Sering demam dan/atau berkeringat di malam hari 
-Pembengkakan atau pengerasan kelenjar yang terletak di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha 
-Periode batuk kering yang menerus 
-Meningkatnya sesak napas 
-Munculnya perubahan warna atau keunguan pada kulit atau dalam mulut 
-Perdarahan pada kulit, mulut, hidung, anus, atau vagina, atau dari pembukaan di dalam tubuh tanpa sebab 
-Ruam kulit yang sering atau tidak biasa 
-Mati rasa parah atau nyeri pada tangan atau kaki, hilangnya kendali otot dan refleks, kelumpuhan, atau hilangnya kekuatan otot 
-Kebingungan, perubahan kepribadian, atau penurunan kemampuan mental

Karena itu, apabila seseorang merasa melakukan hal yang memiliki resiko terkena HIV segera periksa dan konsultasi ke dokter. Karena HIV membutuhkan penanganan dan pengarahan khusus.

Itu tadi bahasan yang dapat saya sampaikan mengenai HIV/AIDS. Semoga penjelasan yang singkat ini dapat bermanfaat untuk teman-teman. Terima kasih. 
Sumber Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/HIV
http://www.mhahs.org.au/index.php/id/hiv/effects-of-hiv-aids 
https://hellosehat.com/penyakit/hiv-aids/ 

Komentar

Posting Komentar